header-int

Bangun Budaya Mutu, STAINU Gelar Workshop Penyusunan Dokumen SPMI

Jumat, 11 Sep 2020, 12:37:03 WIB - 43 View
Share
Bangun Budaya Mutu, STAINU Gelar Workshop Penyusunan Dokumen SPMI

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo menggelar workshop penyusunan dokumen Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Kamis, 16 Juli 2020 di Ruang Rapat Dosen. Acara ini dihadiri oleh beberapa jajaran pimpinan mulai dari ketua, wakil ketua, kaprodi dan unit kerja institusi dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Walaupun di tengah keresahan virus Covid-19, banyak dari institusi pendidikan yang terpaksa meliburkan pendidikannya, justru ini momen penting bagi STAINU Purworejo untuk bisa berkaca diri sekaligus bangkit dalam rangka membangun budaya mutu kampus agar lebih tersistem.

Sebagaimana mustinya, perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi sudah seharusnya menjadi contoh dan teladan dalam proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Oleh karenanya, dalam situasi dan kondisiapa pun perguruan tinggi harus siap menghadapi berbagai tantangan yang ada di dalamnya, termasuk kondisi pandemik Covid-19 yang saat ini.

Begitu pula yang disampaikan Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., selaku Ketua STAINU Purworejo, dalam kesempatan itu menyampaikan tentang pentingnya penyusunan dokumen SPMI untuk selanjutnya diterapkan di sistem kampus. “Adalah suatu keniscayaan bagi perguruan tinggi wajib memiliki standar mutu. Ini digunakan tidak hanya untuk memenuhi Standar Nasional Perguruan Tinggi (SN Dikti), namun juga persiapan ketika menghadapi akreditasi,” katanya. “Memang tujuan utama kita bukan sekedar akreditasi, tetapi membangun budaya mutu yang tinggi untuk kampus kita tercinta ini,” tambahnya.

Sementara Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., menjelaskan bahwa tujuan dilakukannya workshop penyusunan dokumen SPMI ini adalah agar seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika STAINU Purworejo mampu memahami fungsi dan peran penting beberapa dokumen penting SPMI. “Workshop ini outputnya nanti adalah adanya Dokumen Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yang sama-sama kita pahami isi maknanya, sehingga ke depan dalam pelaksanaan kegiatan Tri Dharma PT kita memiliki pijakan yang tepat, satu pintu sesuai dengan konsep SPMI dan Total Quality Management (TQM),” katanya. “Kehidupan kampus sesuai visi misi, dan standar mutu. Dengan demikian, kehidupan kampus akan berjalan sesuai dengan standar nasional PT dan Dikti,” imbuhnya.

Kegiatan workshop penyusunan SPMI ini menjadi tonggak dalam pembangunan budaya mutu di STAINU Purworejo. Sehingga harapannya ke depan STAINU Purworejo dapat menjalankan sistem penjaminan mutu sesuai standar yang berlaku dan sejalan dengan siklus PPEPP. Ibarat bangunan tua, kampus seyogyanya mampu merenovasi bangunan tersebut dengan tetap mempertahankan material mana yang perlu dipertahankan, dan mana yang kiranya perlu diperbaiki agar kualitasnya lebih baik.

 

Kontributor: Abdul Aziz

Stainu Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo Menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Yang Unggul Dan Terkemuka Dalam Integrasi Keilmuan Yang Berwawasan Global
© 2020 Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo Follow STAINU PURWOREJO: Facebook Twitter Linked Youtube