header-int

Keutamaan Sholawat Thibbil Qulub dan Li Khomsatun

Kamis, 30 Jul 2020, 20:08:13 WIB - 27 View
Share
Keutamaan Sholawat Thibbil Qulub dan Li Khomsatun

Oleh: Khalimatus Sakdiyah*

Membaca shalawat merupakan suatu bentuk rasa kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-MalaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadaNya”. (QS Al-Ahzab: 56)

Shalawat yang bisa di baca dan di amalkan ada bermacam-macam. Dan masing-masing shalawat memiliki keutamaan yang berbeda-beda. Di masa pandemic seperti ini, “PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom, dan semua tingkatan agar membaca shalawat Tibbil Qulub”. Dikutip dari NU Online.

Shalawat Tibbil Qulub memiliki arti obat/penyembuh hati. Bila seseorang secara istiqomah mengamalkan shalawat Tibbil Qulub dalam bilangan berapapun, maka akan diberikan kesehatan lahir dan batin serta akan di sembuhkan dari berbagai penyakit, InsyaAllah.

Berikut lafal shalawat Tibbil Qulub:

Allaahumma Sholli ‘alaa Sayyidinaa muhammadin tibbil quluubi wa dawaa ihaa, wa ‘aafiyatil abdaani wa syifaa ihaa, wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.

            Selain shalawat Tibbil Qulub, KH Hasyim Ayari (Pendiri NU) mengijazahkan kepada seluruh masyarakat untuk membaca shalawat Li Khomsatun agar dilindugi dari virus corona.

Berikut lafal shalawat Li Khomsatun beserta artinya:

Lii khomsatun uthfii bihaa # Harrol wabaa il haatimah

Al musthofaa wal murtadhoo # Wabnaahumaa wal faatimah

Artinya: “Saya mempunyai lima orang yang bias menolak bala’, yaitu yang pertama, al-Musthofa (Nabi Muhammad), yang kedua al-Murtadho (Ali bin Abi Thalib), dan kedua anaknya (Hasan dan Husein), serta yang kelima bernama Fatimah (putra Nabi Muhammad)”.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa membaca shalawat Tibbil Qulub dan shalawat Li Khomsatun agar selalu mendapatkan Ridho dari Allah SWT., syafaat dari Rasulullah SAW., dan di hindarkan dari wabah penyakit viru corona.

Stainu Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo Menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Yang Unggul Dan Terkemuka Dalam Integrasi Keilmuan Yang Berwawasan Global
© 2020 Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo Follow STAINU PURWOREJO: Facebook Twitter Linked Youtube