SEKILAS INFO
Jumat, 12 Jul 2024
  • Selamat Datang di Kampus STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), Purworejo, Jawa Tengah || TELAH DIBUKA!! GELOMBANG I PENDAFTARAN MAHASISWA BARU T.A. 2024/2025 (JANUARI - APRIL 2024

Menyongsong Harlah ke-49, LPPM STAINU Purworejo mengadakan Bedah Buku dan Sarasehan Moderasi Beragama

Diterbitkan : - Kategori : berita

Purworejo, STAINU Purworejo — Selasa, 28 Februari 2023 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAINU Purworejo mengadakan serangkaian acara dalam rangka menyongsong Harlah STAINU Purworejo ke-49 yaitu Bedah Buku dan Sarasehan Moderasi Beragama. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium STAINU Purworejo dengan 4 Narasumber. Adapun narasumber dalam acara Bedah Buku dan Sarasehan Moderasi Beragama tersebut adalah Bapak Mahmud Nasir, S.FiI.I., M.Hum selaku Ketua STAINU Purworejo, Dr. H. Uan Abdul Hanan, S.Ag., M.SI selaku Kasubbag TU Kemenag Purworejo, K.H. Habib Sholeh selaku ketua FKUB Kabupaten Purworejo, dan William Jason Ngangi selaku Tim Riset Buku Moderasi Beragama 2021.

Acara tersebut dihadiri oleh Dosen STAINU Purworejo dan juga mahasiswa KKN Tematik STAINU Purworejo tahun 2022. Acara Bedah Buku dan Sarasehan Moderasi Beragama dimulai dengan Sambutan oleh ketua LPPM yaitu Najanuddin, M.Pd.I. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dalam Bedah Buku dan Sarasehan Moderasi Beragama mengambil tema “Jejak Moderasi Beragama di Tanah Jawa” yang merupakan Buku Produk Keluaran TIM KKN Tematik 2021 yang telah mendapatkan ISBN dari Perpusnas. Selanjutnya pada KKN Tematik 2022 juga terdapat produk keluaran buku dengan judul “Praktik Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal” yang masih dalam proses pengajuan ISBN.  Dari LPPM juga menyampaikan bahwasannya pada KKN Tematik 2021 Produk keluarannya hanya buku, namun pada KKN Tematik tahun 2022 terdapat peningkatan produk keluaran, yaitu buku dan juga video profil desa.

Salah satu pemateri yaitu Habib Sholeh menyampaikan dalam materinya “Moderasi beragama dalam memperkokoh kerukunan umat beragama di Kabupaten Purworejo, “bahwa tahapan bermoderasi agama dimulai dengan ilmu, karena dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan agama hidup jadi terarah, dengan seni hidup jadi indah. Kemudian mental, ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling tolong menolong), dan tasamuh (sikap saling toleransi).

William Jason Ngangi menyampaikan harapan saya dengan diadakannya Bedah Buku dan Sarasehan Moderasi Beragama ini dari mahasiswa STAINU banyak yang menghasilkan karya tulis khususnya sejarah desa di Purworejo yang belum terekspos. Karena sebuah kebanggaan bagi warga NU pastinya apabila buku-buku berkualitas tercipta dari produk NU.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar