SEKILAS INFO
Senin, 24 Jun 2024
  • Selamat Datang di Kampus STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), Purworejo, Jawa Tengah || TELAH DIBUKA!! GELOMBANG I PENDAFTARAN MAHASISWA BARU T.A. 2024/2025 (JANUARI - APRIL 2024

Webinar Nasional Tantangan Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Society 5.0

Diterbitkan : - Kategori : berita / PAI

Purworejo, STAINU Purworejo — Sabtu (25/02/ 2023) Program Studi PAI STAINU Purworejo menyelenggarakan Seminar Nasional secara virtual melalui zoom meeting dengan tema “Tantangan Pendidikan Islam dalam Menghadapi Society 5.0″ dalam rangka menyongsong Harlah STAINU Purworejo ke-49. Ketua STAINU Purworejo Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum turut serta mengikuti untuk membuka seminar nasional secara resmi.

“Seminar nasional ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta, khususnya calon guru PAI untuk menjadi guru yang unggul di masa depan, dalam seminar ini peserta diberikan bekal untuk memahami tentang apa saja yang menjadi tantangan dari pendidikan islam dalam menghadapi era Society 5.0, yang diharapkan dapat menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut.” ujar Ketua STAINU dalam sambutannya.

Seminar nasional ini diisi oleh 3 Narasumber yang berkompeten. Narasumber pertama yaitu Dr. (Cand) Reksiana, MA.Pd selaku Kaprodi PAI Institut Ilmu Al Qur’an Jakarta. Beliau menyampaikan “Revitalisasi pendidikan agama islam merupakan menghidupkan dan mengembangkan kembali pendidikan islam di era yang memiliki konsep kehidupan yang berbasis teknologi dan berpusat pada manusia. Dalam era ini ditekankan pendidikan humanisme dan pendidikan karakter. hal tersebut perlu adanya pembiasaan untuk mewujudkan revitalisasi pendidikan agama islam. sehingga dosen, guru dan tenaga pendidik perlu mempersiapkan media pembelajaran yang memadai.”

Untuk narasumber yang kedua yaitu, Dr. (Cand) Ahmad Zaenuri, M.Pd.I selaku Dosen dan peneliti IAIN Sultan Amai, Gorontalo. Beliau menyampaikan “Dalam menghadapi perubahan sosial diperlukan adanya peran dari komponen-komponen utama lembaga pendidikan islam yang diantaranya yaitu komponen mahasiswa, komponen dosen/tenaga pendidik, K.kurikulum, Sarana dan Prasarana, dan pengelolaan.”

Sedangkan untuk narasumber yang ketiga yaitu, Siti Khusniyati Sururiyah, M.Pd.I selaku Kaprodi PAI STAINU Purworejo. Beliau menyampaikan “Untuk menghindari permasalahan yang terjadi di era 5.0 sangat diperlukan adanya pendidikan karakter. Dalam hal ini peran guru PAI sangat diperlukan. Oleh karena itu, pembelajaran PAI di sekolah diharapkan tidak hanya fokus pada aspek kognitif saja. Namun juga perlu adanya penanaman afektif/ penanaman sikap. Jadi, keduanya harus diterapkan secara seimbang.”

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar