SEKILAS INFO
Sabtu, 21 Mei 2022
  • Selamat Datang di Kampus STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), Purworejo, Jawa Tengah || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2022/2023 GELOMBANG I SUDAH DIBUKA 31 JANUARI 2022

Kaprodi PAI STAINU Purworejo Ambil Bagian Sebagai Mc Dalam Acara “Dialog Kebudayaan Pagelaran Tari Dolalak Kabupaten Purworejo”

Diterbitkan : - Kategori : Kegiatan / PAI

Purworejo, STAINU Purworejo — Kiprah dosen STAINU Purworejo dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat mulai semakin terlihat. Hal ini salah satunya ditunjukan oleh Kaprodi PAI STAINU Purworejo, Ibu Siti Khusniyati Sururiyah, M.Pd.I yang didapuk oleh panitia penyelenggara dan ditunjuk bertugas menjadi MC (master od ceremonial) dalam kegiatan “Dialog Kebudayaan pagelaran tarian Dolalak Kabupaten Purworejo” yang diadakan oleh komunitas Budaya Kabupaten Purworejo. Acara tersebut berlangsung Sabtu (12/02/2022) bertempat di Hotel Sanjaya, yang berlamatkan di Jl. Tentara pelajar no.72, Daleman, Kledung Karangdalem, Kec. Purworejo.

Kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 08.00 WIB s/d pukul 10.00 WIB. Acara ini disiarkan langsung oleh Magelang TV dan Radio SOUTUNA FM Berjan. Kaprodi PAI STAINU Purworejo yakni Ibu Siti Khusniyati Sururiyah, M.Pd.I ikut serta mengambil bagian dari acara tersebut, dengan bertugas sebagai MC yang memandu acara formal sebelum kegiatan Dialog kebudayaan tersebut dimulai. Kegiatan Dialog Kebudayaan ini diawali dengan acara formal, yang dibuka dengan sambutan oleh Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Tengah, Bapak Drs. H. Heri Pudyatmoko, yang berlangsung secara virtual. Selanjutnya dilanjutkan dengan “Dialog Kebudayaan pagelaran tarian Dolalak Kabupaten Purworejo” yang dipandu oleh moderator, Ibu Fitri Wijayanti Wuryaningrum, SE.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris DPRD Propinsi Jawa tengah, Bapak Urip Sihabudin, SH, MH, dan beberapa perwakilan dari anggota DPRD Kabupaten Purworejo. Kegiatan Dialog Kebudayaan Pagelaran Tari Dolalak Kabupaten Purworejo ini diadakan dengan mendatangkan 2 narasumber yakni Ibu Krisyanti Tri Astuti (Penggiat Kesenian Dolalak Kabupaten Purworejo) dan Ibu drg. Vera Anggraeni Purwaningrum (Pemerhati Budaya Purworejo).

Dalam kesempatan dialog kebudayaan tersebut, salah satu narasumber, yakni Ibu Krisyanti Tri Astuti (Penggiat Kesenian Dolalak Kabupaten Purworejo) lebih banyak menuturkan tentang sejarah munculnya tarian dolalak di Kabupaten Purworejo. Menurut beliau, tarian dolalak memiliki nilai-nilai sejarah penting dalam kesenian lokal Purworejo, yang mana tarian tersebut telah dipentaskan selama ratusan tahun yang lalu.

“Tarian Dolalak ini terinspirasi dari perilaku Serdadu Belanda ketika tengah beristirahat pada saat zaman penjajahan, dimana kata dolalak, berasal dari iringan musik dua nada, yani tangga nada “do” dan “la”. Perilaku Serdadu Belanda pada saat istirahat identik dengan melakukan pesta minuman keras dan berdansa. Selanjutnya aktivitas tersebut ditiru oleh orang pribumi, sehingga terciptalah Gerakan sederhana dan berulang-ulang, yang dinamakan “tarian dolalak”, ungkap Ibu Krisyanti Tri Astuti.

Adapun menurut penuturan dari narasumber yang lainnya, yakni Ibu drg. Vera Anggraeni Purwaningrum, bahwa kesenian tarian dolalak merupakan milik warga Purworejo, sehingga menjadi tugas bersama untuk melestarikannya. Tarian dolalak hendaknya dilihat dari substansi nilai sejarahnya, dan jangan hanya melihat dari penampilan luarnya saja (pakaian yang dikenakan).

“Awalnya tarian dolalak itu dimainkan oleh kaum laki-laki semua, dimana untuk kostum bawah itu sebatas lutut. Seiring berjalannya waktu, pemain dolalak digantikan oleh kaum wanita, dan untuk kostum bawah mulai bergeser, yang tadinya sebatas lutut, mulai dinaikkan di atas lutut, sehingga terkesan seksi dan tidak sopan. Namun demikian, zaman sekarang banyak yang mulai menyesuaikan diri, dengan mengkombinasikan kostum tarian dolalak yang lebih syar’i. Kostum bawahan dikembalikan sebatas lutut, dan pemain wanita memakai stocking serta berjilbab”, ujar Ibu drg. Vera Anggraeni Purwaningrum.

Melalui ikut sertanya Kaprodi PAI STAINU Purworejo sebagai MC dalam kegiatan dialog kebudayaan tersebut, menunjukkan bahwa STAINU Purworejo adalah sebagai kampus yang menghargai keanekaragaman budaya serta mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat di segala bidang. Meski STAINU Purworejo bergerak di bidang Pendidikan, khususnya Pendidikan Islam, namun dalam mengembangkan kegiatan pengabdian masyarakat, para sivitas akademik STAINU Purworejo tidak membatasi ruang geraknya dan mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan baru yang ada di masyarakat Kabupaten Purworejo. Hal ini sesuai dengan prinsip Islam, bahwa agama Islam adalah agama yang rahmatal lil alamin.

Selain itu di kampus STAINU Purworejo dalam upaya untuk menumbuhkan para mahasiswanya akan sikap saling menghargai dengan adanya perbedaan budaya, agama, adat istiadat, ras dan suku yang ada di masyarakat, maka di dalam kurikulum pembelajaran dimasukkanlah mata kuliah “Pendidikan Multikultural’. Sedangkan terkait upaya untuk menumbuhkan sikap mahasiswa dalam mencintai dan melestarikan budayanya sendiri (budaya Jawa), maka di dalam kurikulum pembelajaran dimasukkanlah mata kuliah “Etika Budaya Jawa”.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar