SEKILAS INFO
Jumat, 12 Agu 2022
  • Selamat Datang di Kampus STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), Purworejo, Jawa Tengah || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2022/2023 GELOMBANG I SUDAH DIBUKA 31 JANUARI 2022

Pameran Seni Rupa “Pajangan jadi Wejangan”

Diterbitkan : - Kategori : Kegiatan / PGMI

Purworejo, STAINU Purworejo — Sabtu, 21/05/2022. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Purworejo mengunjungi Pameran Karya seni yang bertajuk “Pajangan Menjadi Wejangan”. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Tanpa Nama yang bertempat di Coffe dan Resto Satria Bogowonto Purworejo. Pameran karya seni tersebut dilaksanakan mulai tanggal 21 Mei 2022 sampai 26 Mei 2022.

Pameran Karya seni ini menggandeng seniman-seniman dari berbagai daerah seperti Bramantyo Astadi, Sujono, Yulianto Wibowo, Budi Hartono, Achmad Fauzi, Karsono, Bagyo Tunggul, Soekoso DM, Suraji Bungkus, dan Sarwadi. Dilatarbelakangi dengan Pameran tunggal yang diselenggarakan oleh Bramantyo Astadi 3 bulan yang lalu di lokasi yang sama. Para seniman yang turut menghadiri pameran tersebut kemudian berkumpul membuat sebuah komunitas yang dinamakan Komunitas Tanpa Nama untuk melaksanakan pameran bersama. Pameran ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa besar minat orang-orang Purworejo terhadap Karya Seni Rupa. Melalui karya yang disajikan para seniman berharap apa yang disampaikannya melalui karya seni ini bisa menjadi wejangan bagi siapa saja yang melihat karya seni tersebut. Selain itu para seniman juga berharap setelah orang lain melihat karya seni mereka bisa berdiskusi mengenai Karya seni tersebut.

Bramantyo mengatakan “Sebuah karya seni yang baik itu bukan sebuah karya seni yang indah, melainkan karya seni yang menyisakan sebuah ruang diskusi bagi penikmatnya minimal berdiskusi dengan diri sendiri”.

Selain menggandeng seniman-seniman lokal pameran ini juga menghadirkan karya dari seniman penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan oleh Bramantyo untuk meningkatkan rasa percaya diri dari seniman untuk tetap eksis dalam dunia melukis. Salah satu karya dari Penyandang disabilitas adalah potret Junk Food. Ada yang menarik dalam lukisan Junk Food karya Yuli. Lukisannya menggambarkan keadaan saat ini dimana semua orang lebih suka makanan siap saji daripada makanan rumahan. Yang lebih menarik lagi adalah didalam burger yang merupakan salah satu makanan siap saji ada sebuah smartphone. Hal ini menggambarkan suasana pada saat ini dimana semua orang lebih suka dengan hal yang instan. Padahal hal instan tersebut belum tentu bagus untuk kita.

 

Ada juga lukisan dengan seri lumpur, dimana Sujono sebagai pelukis ingin menyampaikan bahwa disetiap kebahagiaan pasti mempunyai tantangan. Sujono dalam melukis menggunakan model dirinya sendiri dan anaknya. Imajinasi dari sujono berasal dari lingkungannya. (Nasiroh)

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar