SEKILAS INFO
Kamis, 13 Jun 2024
  • Selamat Datang di Kampus STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), Purworejo, Jawa Tengah || TELAH DIBUKA!! GELOMBANG I PENDAFTARAN MAHASISWA BARU T.A. 2024/2025 (JANUARI - APRIL 2024

Gelar Benchmarking Akreditasi, STAINU Purworejo Memungkinkan Raih Unggul

Diterbitkan : - Kategori : Kegiatan

STAINU Purworejo – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar benchmarking akreditasi dengan IAIN Kudus di Ruang Rapat STAINU Purworejo pada, Kamis (06/07/2023).

Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu STAINU Purworejo melalui beberapa strategi dalam pencapaian akreditasi yang lebih baik. Tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Strategi Pencapaian Akreditasi Program Studi Unggul dan Bereputasi”. Tema ini diusung dalam rangka mengetahui strategi-strategi yang dibutuhkan dalam mencapai peningkatan akreditasi program studi unggul dan bereputasi nasional bahkan internasional.

Hadir dalam kegiatan ini seluruh pimpinan institusi beserta Ketua Prodi, Ketua Unit/ /Lembaga beserta dosen dan tendik STAINU Purworejo. Dalam sesi sambutannya, Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking akreditasi bagian dari program institusi dalam rangka mendukung rekareditasi yang hendak dilaksanakan oleh tiga prodi. Melalui program pendampingan oleh pakar seperti ini diharapkan dapat menambah wawasan APS, baik itu hal teknis maupun administratif terkait akreditasi program studi, utamanya yang menggunakan LAMDIK.

“Kami mengapresiasi para dosen dan tendik yang turut serta dalam mengikuti kegiatan ini. Kita sengaja mendatangkan Dr. Ashif Az Zafi, M.Pd.I dari IAIN Kudus guna belajar bersama mengenai strategi-strategi yang dibutuhkan untuk mencapai akreditasi unggul dan bereputasi pada akreditasi program studi. Jadi, di IAIN Kudus seperti apa, kami mohon dipaparkan disini, serta mohon pendampingannya secara all out,” sambutnya.

Lebih lanjut, Ketua juga menyampaikan bahwa dasar dipilihnya IAIN Kudus sebagai bagian dari mitra benchmarking akreditasi, selain karena ada kemiripan, sama-sama di bawah naungan Kementerian Agama RI, walau berbeda PTKIN dan PTKIS, namun STAINU Purworejo ingin belajar bagaimana strategi dan metode yang dilakukan IAIN Kudus dalam memperjuangkan peningkatan akreditasi institusi dari C menjadi Baik Sekali. Tentu disana ada banyak strategi yang dilakukan, baik dengan model bottom-up maupun top-down. Salah satu yang menjadi pendekar dalam Tim Akreditasi di IAIN Kudus adalah Dr. Ashif Az Zafi, M.Pd.I, yang juga pernah menjadi Dosen Tetap di STAINU Purworejo.

“Saya mendengar trackrecord Dr. Ashif Az Zafi, M.Pd.I yang luar biasa di IAIN Kudus, mengawal beberapa prodi dan dilibatkan dalam Tim Akreditasi di sana. Jadi narasumber kita saat ini sudah pengalaman sekali. Mari kita dengarkan, kita pahami untuk menjadi bekal kita dalam pengerjaan dan pendampingan kita di APS STAINU Purworejo”, ujar Mahmud Nasir, selaku Ketua STAINU Purworejo.

Dari kegiatan benchmarking ini, Dr. Ashif Az Zafi, M.Pd.I, selaku Narasumber dari IAIN Kudus mengungkapkan bahwa strategi untuk mencapai akreditasi unggul itu ada dua, pertama, strategi teknis dan kedua, strategi administratif. Administratif saja walaupun luar biasa tidaklah cukup jika hal-hal teknis seperti pelayanan terhadap Asesor dan sarana prasarana di kampus kurang memberi kenyamanan dan keamanan. Maka, dua-duanya harus bagus baik teknis maupun administratif.

Hasil benchmarking dengan IAIN Kudus ini, setidaknya dapat menjadi acuan bagi STAINU Purworejo dalam rangka melakukan peningkatan luaran dari dosen dan mahasiswa di STAINU Purworejo. Kerjasama luar negeri juga penting untuk ditingkatkan. Misalnya, dapat hibah Rp 500.000,- dari luar negeri itu lebih penting dan lebih baik daripada dapat hibah Rp 100.000.000,- dari dalam negeri.

Pada sesi akhir, narasumber menyampaikan bahwa prodi di STAINU Purworejo ini memungkinkan untuk mendapatkan predikat unggul, jika mampu memaparkan borang dan bukti fisik yang semuanya menunjukkan skor nilai 4. “Selain persiapan administratif yang matang, hal teknis juga sangat penting untuk diperhatikan. Saya rasa, dengan penting percaya diri STAINU Purworejo bisa mewujudkannya,” ungkap Ashif.

Ada dua hal penting dari hasil benchmarking yang dapat diimplementasikan oleh STAINU Purworejo, yaitu pertama, terkait semangat kerjasama antar prodi di tingkat UPPS (Sekolah Tinggi) ; dan kedua, strategi teknis dan administratif yang baik dalam penyusunan borang DKPS dan LED berikut bukti fisiknya. (Humas dan Publikasi)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar