SEKILAS INFO
Jumat, 14 Jun 2024
  • Selamat Datang di Kampus STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), Purworejo, Jawa Tengah || TELAH DIBUKA!! GELOMBANG I PENDAFTARAN MAHASISWA BARU T.A. 2024/2025 (JANUARI - APRIL 2024

STRATEGI PREVENTIF PERKAWINAN ANAK DI DESA BRUNOREJO, DOSEN STAI NAHDLATUL ULAMA PURWOREJO MELAKUKAN BEDAH FILM “JO KAWIN BOCAH” BERSAMA IKATAN REMAJA MASJID AL HUDA DAN KARANGTARUNA

Diterbitkan : - Kategori : Kegiatan / PAI

Kegiatan Pengabdian kepada Masyatrakat (PkM) merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nahdlatul Ulama Purworejo melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Al-Huda dan Karang Taruna Desa Brunorejo Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo dengan tema “Strategi Preventif Perkawinan Anak Melalui Kegiatan Bedah Film Jo Kawin Bocah pada Hari Jumat, 15 Desember 2023.

Program PkM ini merupakan kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STAINU Purworejo dengan Dipermades Kabupaten Purworejo. Usaha untuk meningkatkan pasrtisipasi Dosen dalam kegiatan PkM maka STAINU Purworejo mengintegrasikan kegiatan PkM dengan kegiatan KKN. Skema kegiatan PkM ini dipimpin oleh Dosen Prawidya Lestari, M.P.I berkolaborasi dengan mahasiswa Hammi Bela Chusnila, Arina Septi Kurnia Wardani, Ivarizky Nurul Arifah, Ridho Rizky dan Sendy Febrianto.

Kegiatan PkM tersebut direkomendasi oleh Kepala Desa Brunorejo Bapak Mahmud Ali, S.Pd. mengenai permasalahan yang krusial di Desa Brunorejo, salah satunya tingginya kasus perkawinan anak dan tingginya kasus stunting, sehingga butuh solusi dari berbagai pihak dan berbagai latar belakang. Selain kasus perkawinan anak dan kasus stunting, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Dadang Ridwan, S.Ag., M.Si selaku Kepala KUA Kecamatan Pituruh dan sesepuh IRMAS al-Huda bahwa Desa Brunorejo memiliki kasus perceraian tertinggi di Purworejo dengan 138 Kasus, disusul Kecamatan Purworejo 126 kasus dan ketiga kecamatan kutoarjo 118 kasus. Kasus Peerkawinan anak, stunting dan perceraian diprediksi memiliki keterkaitan satusama lain. Sehingga PkM dengan tema “Jo Kawin Bocah” memiliki relevansi dengan kondisi Desa Brunorejo imbuh Beliau.

Program Jo Kawin Bocah merupakan program yang diusung oleh Provinsi Jawa Tengah dengan melihat kasus perkawinan anak yang tinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018 menyatakan bahwa kasus perkawinan anak selama dekade 2008-2018 menunjukkan grafik yang menurun, namun penurunan ini masih landai. Ada kelompok yang rentan melakukan perkawinan anak yaitu kelompok perempuan, kelompok keluarga ekonomi rendah, kelompok pedesaan dan kelompok pendidikan rendah.

 

Kegiatan PkM ini disambut antusias oleh Remaja IRMAS al-Huda dan Karangratuna yang berjumlah 45 Remaja. Acara dimulai pukul 20.00 sampai dengan 23.00. diawali pembacaan Yasin bersama-sama, dilanjutkan sambutan Wakil Ketua IRMAS Baqiyul Muttaqiin, dilanjutkan dengan sambutan sesepuh IRMAS, masuk ke kegiatan inti yaitu bedah film Jo Kawin Bocah dilanjutkan dengan sarasehan dan diskusi bersama. Acara diakhiri dengan doa bersama. Sebelum dosen melaksanakan kegiatan Pegabdian, dosen menyebarkan angket melalui google form guna mengetahui fokus materi yang dibahas terkait faktor-faktor penyebab perkawinan anak, dampak dan solusi yang dapat diusahakan di Desa Bruorejo. Hasil survei responden remaja Brunorejo menunjukkan bahwa faktor penyebab perkawinan anak adalah faktor tempat tinggal 63%, faktor pendidikan sebesar 56%, faktor ekonomi sebesar 50%. Dampak perkawinan anak berimbas pada peningkatan perceraian 68%, disusul kasus putus sekolah 18% dan kasus stunting 12%. (Prawidya)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar