Purworejo, 24 Desember 2025 – Sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Kewarganegaraan, mahasiswa semester 1 dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Purworejo melaksanakan audiensi akademik dengan DPRD Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang implementasi kewarganegaraan dan sistem politik Indonesia.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo ini didampingi oleh dosen pengampu Yulianto, M.Sn. Kehadiran mahasiswa STAINU Purworejo disambut hangat oleh jajaran DPRD, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo, S.Sos., Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Purworejo Sri Susilowati, S.E., perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo Ahmadi Sunawar, S.Sos., M.M., serta Kepala Bagian Fasilitas Penganggaran dan Pengawasan Lingkungan Sekretariat DPRD Bambang Setyo Budoto, S.Sos.
Acara dibuka dengan pembacaan basmallah bersama, dilanjutkan sambutan Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo, S.Sos. yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa STAINU Purworejo di “rumah rakyat” Gedung DPRD.
“Mahasiswa adalah penerus bangsa yang akan menentukan arah perjalanan Indonesia di masa depan. DPRD sangat terbuka bagi rekan-rekan mahasiswa yang ingin belajar dan berdiskusi langsung mengenai politik maupun kewarganegaraan,” ucapnya.
Usai sambutan, mahasiswa STAINU Purworejo terlibat aktif dalam sesi diskusi dan sharing bersama anggota DPRD. Antusiasme mahasiswa terlihat dari beragam pertanyaan dan pandangan kritis yang mereka sampaikan mulai dari peran DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat hingga sinergi antara legislasi, serta eksekutif dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara mahasiswa, dosen, dan jajaran DPRD Kabupaten Purworejo.
Melalui audiensi ini, STAINU Purworejo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada pengalaman nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan para pemangku kebijakan daerah. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan praktis tentang bagaimana nilai-nilai kewarganegaraan dan sistem politik dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
