Purworejo – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik global melalui penyelenggaraan International Conference on Islamic Education and Digital Transformation in the Era of Artificial Intelligence (ICON-IDEA 2025) yang akan digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025 secara virtual melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan kampus, yaitu Magang Internasional Berbasis Local Placement (Internationalization at Home) Tahun Akademik 2025/2026, yang mengintegrasikan pengalaman akademik lokal dengan output dan jejaring internasional.
Dengan mengusung tema besar “Responding Islamic Education Futures in the Age of Artificial Intelligence”, konferensi ini menghadirkan forum ilmiah global yang mempertemukan akademisi, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk berbagi riset, ide, dan praktik terbaik (best practices) di bidang pendidikan Islam, digitalisasi pembelajaran, serta etika pemanfaatan AI.
Melalui konferensi ini, STAINU Purworejo membuka tiga kategori partisipasi:
1️⃣ Presenter (Pemakalah) – bagi dosen, guru, mahasiswa, dan siswa yang ingin mempresentasikan karya ilmiah atau praktik pembelajaran.
2️⃣ Partisipan Bersertifikat (Non-Pemakalah) – peserta yang mengikuti seluruh sesi dan memperoleh e-sertifikat internasional.
3️⃣ Partisipan Non-Sertifikat – peserta yang ingin mengikuti sesi utama tanpa sertifikat.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi berikut:
🔗 Presenter: https://bit.ly/REG_Pres_ICON-IDEA2025
🔗 Partisipan Bersertifikat: https://bit.ly/REG_Part_ICON-IDEA2025
🔗 Partisipan Non-Sertifikat: https://bit.ly/REG_NonCer_ICON-IDEA2025
Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata kampus dalam meneguhkan arah pendidikan Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.
“ICON-IDEA bukan sekadar konferensi, tetapi wujud komitmen STAINU Purworejo untuk mempersiapkan generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kearifan lokal. Dari Purworejo, kita membangun literasi digital yang berakar pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Magang Internasional Berbasis Local Placement, Dr. Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan konferensi ini merupakan bagian dari ujian akhir mahasiswa program magang internasional.
“Mahasiswa tidak hanya praktik mengajar di sekolah mitra, tetapi juga belajar menulis, meneliti, dan mempresentasikan hasil karyanya di forum ilmiah internasional. Ini adalah pengalaman akademik yang komprehensif, di mana mereka dilatih menjadi pendidik yang reflektif, produktif, dan berdaya saing global,” jelasnya.
“Melalui ICON-IDEA 2025, STAINU Purworejo ingin menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak harus berarti meninggalkan akar lokal — justru dari Purworejo kita bisa memberikan kontribusi untuk dunia,” tambahnya.
Dengan semangat Purworejo Mendunia, Pendidikan Islam Berkarakter dan Inovatif, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi lintas lembaga pendidikan untuk memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan pembelajaran berbasis teknologi yang tetap beretika dan humanis.
📧 Informasi lebih lanjut:
Panitia ICON-IDEA 2025
WA: 0852-9238-1868 (Dhiya Ayu)
🌐 Website: www.stainupwr.ac.id