PURWOREJO — Tantangan mendidik generasi Z dan Alpha di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih adaptif, humanis, dan bebas dari kekerasan. Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam STAINU INSPIRE SERIES #2 yang diselenggarakan STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo, Rabu (12/8/2026).
Mengangkat tema “Guru Inspiratif Bukan Guru Galak: Strategi Mengajar Gen Z & Alpha Tanpa Kekerasan”, webinar yang diselenggarakan oleh UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Beasiswa STAINU Purworejo tersebut diikuti sekitar 100 peserta secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan juga dapat disaksikan masyarakat melalui Live YouTube STAINU Purworejo.
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kedu Raya. Sejumlah peserta tercatat mengikuti kegiatan dari berbagai daerah, antara lain Lampung, Salatiga, Brebes, Sragen, Bandung, dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari guru sekolah, instruktur Guru Penggerak, pendidik pendidikan nonformal, pengelola dan pendidik pesantren serta madrasah diniyah (Madin), mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum. Keragaman peserta tersebut menunjukkan bahwa persoalan bagaimana mendidik generasi Z dan Alpha menjadi perhatian yang semakin luas, tidak hanya di lingkungan sekolah formal, tetapi juga dalam berbagai ekosistem pendidikan.

Guru Inspiratif dan Guru yang Dikenang
Webinar menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan.
Narasumber pertama, Dr. H. M. Djamal, M.Pd., penulis buku Pendidikan Tanpa Kekerasan, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo periode 2021–2025, sekaligus Ketua LPTNU Purworejo, membahas pentingnya membangun sosok guru yang inspiratif. Dalam pemaparannya, Dr. Djamal menekankan bahwa menjadi guru tidak cukup hanya dengan kemampuan menyampaikan materi pembelajaran. Guru perlu membangun keteladanan, hubungan yang positif dengan peserta didik, serta menciptakan suasana belajar yang membuat peserta didik merasa dihargai dan aman.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I., Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Purworejo sekaligus Instruktur Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mengangkat perspektif tentang guru yang dikenang. Menurut perspektif yang dibangun dalam materi tersebut, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi juga dari jejak positif yang ditinggalkan dalam diri peserta didik. Guru yang dikenang adalah guru yang mampu memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna, membangun kepercayaan diri peserta didik, dan hadir sebagai sosok yang memberikan pengaruh positif dalam perjalanan kehidupan mereka. Dalam pembahasannya, aspek pendidikan inklusi di sekolah juga menjadi perhatian. Pendekatan pendidikan yang humanis perlu memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan dihargai sesuai dengan karakteristik serta kebutuhannya.

Guru Tidak Harus Galak untuk Dihormati
Diskusi dalam STAINU INSPIRE Series #2 menegaskan bahwa perubahan karakter generasi peserta didik menuntut perubahan cara pandang pendidik. Pendekatan keras tidak selalu menghasilkan kedisiplinan. Sebaliknya, guru perlu memiliki kemampuan membangun komunikasi, memahami karakter peserta didik, memberikan batasan secara tegas namun mendidik, serta menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru inspiratif tidak harus ditakuti untuk dihormati.
Guru justru dapat memperoleh penghormatan melalui kompetensi, keteladanan, empati, ketegasan yang mendidik, serta kemampuannya membuat peserta didik merasa bahwa proses belajar merupakan pengalaman yang bermakna.
STAINU INSPIRE Terus Hadirkan Ruang Belajar
STAINU INSPIRE Series #2 merupakan kelanjutan dari STAINU INSPIRE Series #1 yang sebelumnya mengangkat tema “Mengapa Anak Sekarang Sulit Diatur? Membangun Pendidikan Islam Ramah Anak di Era Digital.” Program ini menjadi bagian dari ikhtiar STAINU Purworejo dalam menghadirkan ruang belajar, berbagi gagasan, dan membangun jejaring pendidikan yang terbuka bagi masyarakat luas.
Dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, STAINU INSPIRE diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan webinar semata, tetapi berkembang menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi pendidik, mahasiswa, pesantren, orang tua, maupun masyarakat.
STAINU INSPIRE selanjutnya akan terus menghadirkan tema-tema aktual yang berkaitan dengan pendidikan, kepemudaan, pesantren, transformasi digital, dan berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Melalui rangkaian tersebut, STAINU Purworejo berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperluas akses terhadap pengetahuan dan pengembangan kompetensi masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring pendidikan lintas daerah.
“Guru inspiratif tidak harus ditakuti untuk dihormati.”
STAINU INSPIRE
Belajar Hari Ini, Menginspirasi Generasi Esok.
UPT PMB & Beasiswa
STAI Nahdlatul Ulama Purworejo