Purworejo — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo resmi menerjunkan lima mahasiswanya untuk mengikuti program Magang Reguler di SMA Negeri 5 Purworejo. Kegiatan penerjunan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 10.30 hingga 11.30 WIB, bertempat di Ruang Tamu SMA Negeri 5 Purworejo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Magang (DPM), Dr. Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd., yang mewakili pihak kampus dalam menyerahkan lima mahasiswa magang kepada pihak sekolah. Dari pihak sekolah, hadir Kepala SMA Negeri 5 Purworejo, Muh Kuntoaji, S.Pd., M.Pd.B.I., didampingi Plt. Kepala Tata Usaha, Heru Purwanto, S.Pd., M.Pd.B.I., beserta jajarannya. Turut hadir pula dua guru mata pelajaran PAI, Miftachusurur, M.A. dan Priyono, S.Pd.I., yang akan bertindak sebagai guru pamong bagi para mahasiswa magang selama masa penugasan.
Acara penerjunan diawali dengan sambutan hangat dari pihak sekolah, sebelum dilanjutkan dengan ikrar penerjunan yang disampaikan oleh Dr. Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd. selaku DPM. Dalam ikrarnya, beliau menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan rombongan, sekaligus memperkenalkan kelima mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan magang selama kurang lebih tiga bulan, terhitung mulai Agustus hingga Oktober 2026. Rangkaian ikrar tersebut diakhiri dengan penyerahan secara resmi kelima mahasiswa magang kepada pihak SMA Negeri 5 Purworejo untuk selanjutnya mengikuti seluruh rangkaian program magang di sekolah tersebut.
Menanggapi ikrar penerjunan, Kepala SMA Negeri 5 Purworejo, Muh Kuntoaji, S.Pd., M.Pd.B.I., terlebih dahulu memperkenalkan jajaran terkait yang akan terlibat dalam proses pendampingan, termasuk Plt. Kepala Tata Usaha beserta staf. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyatakan bahwa pihak sekolah menerima kelima mahasiswa magang dengan tangan terbuka. Ia menyampaikan harapan besar agar program ini dapat memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi para mahasiswa, sekaligus menjadi wadah bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu dan materi yang telah diperoleh selama menempuh perkuliahan di kampus.
Rangkaian kegiatan penerjunan ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak DPM, jajaran sekolah, dan kelima mahasiswa magang sebagai simbol terjalinnya kerja sama antara STAINU Purworejo dan SMA Negeri 5 Purworejo. Usai sesi seremonial, para mahasiswa magang selanjutnya dipandu oleh guru pamong masing-masing untuk mengikuti diskusi lanjutan terkait mekanisme pelaksanaan magang, arahan teknis kegiatan pembelajaran, serta kelengkapan administrasi yang perlu dipersiapkan sebagai guru pengganti selama kurang lebih tiga bulan ke depan.
Selain sebagai wahana praktik mengajar, program magang kali ini turut diistimewakan dengan adanya proyek kolaborasi riset antara STAINU Purworejo dan SMA Negeri 5 Purworejo yang mengangkat tema “Sekolah Penjaga Budaya”. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd. menjelaskan bahwa riset kolaboratif ini menjadi salah satu agenda strategis yang akan berjalan beriringan dengan pelaksanaan magang, di mana kelima mahasiswa tidak hanya berperan sebagai guru pengganti, tetapi juga sebagai bagian dari tim riset yang mengkaji peran sekolah dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah dinamika pendidikan modern. Topik ini dipilih sebagai bentuk kepedulian bersama antara perguruan tinggi dan sekolah terhadap pentingnya penguatan karakter dan identitas budaya peserta didik, sekaligus menjadi upaya menjadikan lembaga pendidikan sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan budaya bangsa. Kepala SMA Negeri 5 Purworejo turut menyambut baik inisiasi riset tersebut dan menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk berkontribusi aktif, baik dalam penyediaan data, narasumber, maupun ruang diskusi bagi mahasiswa selama proses penelitian berlangsung. Kolaborasi riset ini diharapkan dapat menghasilkan luaran ilmiah yang bermanfaat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan.
Program Magang Reguler ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk mempraktikkan secara langsung materi dan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan kondisi lapangan pendidikan secara nyata, sebagai bekal menghadapi dinamika dunia pendidikan yang tentu berbeda dari pengalaman di ruang kelas semata. Program ini sekaligus menjadi wujud sinergi dan kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dengan sekolah dalam upaya bersama mencetak generasi pendidik yang lebih berpengalaman, kompeten, dan profesional.
